Kekalahan Sejati


Semua orang pastinya pernah merasakan kekalahan atau kegagalan. Tentunya menyakitkan saat kita menyadari semua usaha keras yang kita lakukan ternyata harus berakhir dengan kekalahan.


Jangan kecewa karena engkau belum kalah!

Kalah atau menang hanyalah sebuah batasan gelar di depan manusia lainnya. Siapa bilang bahwa saat kau kalah, kau tidak memperoleh apa-apa. Justru orang yang kalah mendapatkan piala yang tak tergantikan nilainya. Piala yang disebut Pelajaran.

Saat kita kalah, kita harus menanyakan pada diri kita sendiri: Mengapa aku kalah? Mengapa aku gagal? Kita harus belajar bahwa kegagalan atau kekalahan tersebut terjadi karena masih ada yang kurang dalam diri kita, walaupun kita sudah sekeras mungkin berusaha. Saat itulah, sebagai pihak yang kalah kita dapat memperoleh kemenangan. Sebab, sebagai yang kalah, kita belajar sesuatu yang berharga.

Orang yang dalam hidupnya selalu berhasil tidak memperoleh privilege untuk belajar dari kekalahannya. Orang tersebut adalah orang yang keras di luar tapi rapuh di dalam. Orang Jepang sering mengatakan: Orang yang selalu berhasil dalam hidupnya tidak pernah melalui gerbang Ashura. Gerbang Ashura adalah gerbang kematian, melaluinya berarti menghadapi kondisi yang mendekati kematian, yaitu kegagalan atau kekalahan. Menurut orang Jepang, orang seperti ini suatu hari pasti akan dikalahkan oleh orang-orang yang melalui gerbang ashura, orang-orang yang pernah gagal dalam hidupnya.

Itulah makna dari kekalahan kawan. Kau hanya akan kalah saat kau tidak belajar apa-apa dari kekalahanmu. Jangan pernah bersedih hanya karena kau sering gagal, karena kau memiliki piala besar dan berkilau yang disebut Pelajaran itu.

Jangan menyerah.
Wirapati

0 Comments: